Tulungagung – Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Tulungagung mengakui konflik Iran-Israel membuat beberapa jamaah menunda keberangkatannya ke Arab Saudi, karena khawatir akan terdampak konflik tersebut.
Salah Satu Owner Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Tulungagung, Aini Qoriroh mengakui, adanya konflik perang antara Iran dengan Israel membuat beberapa jamaah umrah asal Tulungagung yang berangkat melalui travelnya menunda keberangkatan.
Menurutnya saat ini sudah ada sekitar 10 jamaah yang lebih memilih menunda berangkat. Mereka yang menunda ini memang merasa cukup khawatir akan terdampak langsung terhadap konflik tersebut.
Aini menyebut, pihaknya tidak keberatan dengan keputusan jamaah untuk menunda, karena pihaknya sudah memberikan informasi sedetail mungkin terkait keamanan berangkatan umrah ke tanah suci. Meski begitu, Aini juga memastikan bagi jamaah yang ingin tetap berangkat umrah akan tetap dilayani.
Bahkan, pihaknya juga baru memberangkatan jamaah umrah pada Senin 9 Maret 2026, dengan penerbangan langsung tanpa transit ke Arab Saudi.
Sementara, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tulungagung, Suryani mengatakan, sesuai data 9 maret 2026, total jamaah umrah asal Tulungagung yang masih berada di tanah suci sebanyak 41 orang. Mereka seluruhnya dalam keadaan sehat dan aman dalam menjalankan ibadahnya.
Suryani juga mengatakan, Kemenhaj juga telah menghimbau kepada PPIU dan jamaah umrah mandiri untuk menggunakan penerbangan langsung tanpa transit agar lebih aman. (agg/agg)








