Tulungagung – Setelah berhasil swasembada beras pada tahun 2025, pemerintah mencanangkan swasembada yang berkelanjutan.
Ditetapkannya target serapan Perum Bulog sebesar 4 juta ton setara beras dan 1 juta ton jagung pipil, menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan negeri ini.
Perum Bulog Tulungagung sendiri ditargetkan menyerap 64 ribu ton setara beras dan 11 ribu ton jagung pipil. Target ini meningkat 52% dari target tahun 2025, sebanyak 42 ribu ton setara beras.
Pemimpin Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyampaikan target ini merupakan tantangan bagi Bulog Tulungagung, dalam menjalankan program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Wilayah kerja kami berada pada daerah-daerah yang merupakan sentra produksi padi dan jagung. Kami optimis target serapan tahun ini bisa tercapai. Apalagi kita sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, TNI, POLRI, para penyuluh, serta mitra penggilingan dan pengeringan yang ada di wilayah kita. Kalau tahun 2025 kita bisa 100%, insya Allah 2026 juga bisa kita optimalkan.” Ujarnya.
Ditemui di desa Tanggulkundung Kecamatan Besuki, saat mengecek kegiatan penyerapan gabah oleh tim jemput pangan, Yonas menjelaskan, bahwa penyerapan sudah mulai masif dilaksanakan.
“Kita serap langsung ke petani, gabah petani kita beli Rp 6.500,- per kilogram, tentunya dengan kondisi yang sesuai dengan ketentuan dari pemerintah, antara lain, gabah yang dipanen sudah cukup umur untuk dipanen, bukan gabah muda yang banyak hijaunya, dan memang gabah yang baru dipanen, bukan gabah yang sudah mengendap berhari-hari sehingga jadi rusak. Kondisi gabah ini perlu jadi perhatian karena akan mempengaruhi beras yang dihasilkan nantinya. Karena beras ini, nantinya akan menjadi stok cadangan pangan nasional, pastinya kualitasnya tidak boleh asal-asalan,” jelas Yonas.
Saat ini perum Bulog Cabang Tulungagung sudah menyerap 15 ribu ton gabah kering panen (GKP) dan 5 ribu ton jagung pipil kering.
“Ini pencapaian positif, dibanding bulan Februari tahun 2025 lalu kita belum ada realisasi serapan, saat ini di bulan Februari kita sudah menyerap sebanyak 15 ribu ton gabah dan 5 ribu ton jagung, saya optimis target yang diamanahkan kepada kami bisa kita capai,” Tegas Yonas.
Di samping itu, Perum Bulog cabang Tulungagung juga menyiapkan gudang-gudang alternafif selain gudang induk milik Bulog guna menampung hasil panen petani tahun ini.
“Jadi nanti tidak ada lagi kendala space penuh, atau serapan tersendat gara-gara kurang kapasitas gudang, semua kita antisipasi di awal, tentunya demi mendukung swasembada berkelanjutan,” urainya.
Nyono, salah satu petani di lokasi yang gabahnya dibeli Bulog juga mengaku senang dengan adanya program ini.
“Harapannya ini terus berlanjut dan kesejahteraan petani semakin baik dan petani semakin semangat menanam padi,” ungkap Nyono. (amr/amr)








