Tulungagung – Sampai akhir Oktober 2026, Dinas PUPR Tulungagung mengakui serapan anggaran infrastruktur masih 47 persen dari total anggaran 278 miliar rupiah.
Kepala Dinas PUPR Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, sekalipun serapan anggaran masih tergolong minim, namun pihaknya mengklaim 99 persen dari total 130 proyek sudah dikerjakan.
Menurutnya, serapan anggaran yang masih rendah ini karena pemkab masih membayar uang muka saja pada kontraktor.
“Nantinya kalau proyek sudah selesai, pemkab akan membayarkan anggaran proyek sepenuhnya ke kontraktor,” ujar Galih.
Galih bahkan optimis, serapan anggaran sampai akhir tahun nanti bisa di kisaran 95 persen.
“Kita optimis sampai Desember nanti, bisa terserap 95 persen,” tegas Galih.
Pihaknya mengakui, ada tiga proyek yang sampai saat ini gagal lelang, sehingga akan disesuaikan lagi untuk dikerjakan tahun depan.
“Ya, ada tiga proyek gagal lelang, pembangunan talud dan jembatan di Pagerwojo dan Sendang,” tambah Galih.
Menurutnya, secara keseluruhan, proyek infrastruktur, berjalan sesuai rencana, sekalipun sempat terhambat pada kuartal pertama tahun ini.
Pihaknya mencontohkan, jembatan Junjung yang amblas Desember 2024 lalu, saat ini sudah terpasang badan jembatannya.
“Jembatan Junjung bagus progresnya, nanti bila sudah selesai bisa langsung dinikmati masyarakat sekitar,” tambahnya.
Galih menambahkan, anggaran di dinas PUPR memang mencapai 300 miliar tahun ini. Namun sebagian kecilnya digunakan untuk operasional internal, dan mayoritas untuk proyek infrastruktur.(amr)








