Tulungagung – Stok beras di gudang Perum Bulog Tulungagung Mencapai 60 ribu ton. Stok ini aman untuk konsumsi masyarakat selama satu tahun. Angka ini menunjukkan tren positif dalam upaya swasembada pangan. Kondisi ini terlihat saat puluhan siswa SMKN 1 Tulungagung melakukan kunjungan edukatif ke gudang Bulog Ngujang, Jumat (24/4).
Pemimpin Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menegaskan bahwa ketersediaan cadangan beras pemerintah di wilayah kerjanya dalam kondisi sangat aman, bahkan meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.
Ia menyebutkan, pada periode yang sama tahun 2025 stok berada di angka 29 ribu ton, sementara pada 2026 telah mencapai sekitar 60 ribu ton untuk wilayah Tulungagung, Trenggalek, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar.
“Ini menunjukkan bahwa swasembada beras bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar nyata dengan stok yang melimpah di gudang Bulog,” ujarnya.
Melalui kegiatan eduwisata ini, para siswa diajak melihat langsung besarnya cadangan beras yang tersimpan.
Hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata bahwa hasil panen petani tidak hanya beredar di pasar, tetapi juga diserap dan dikelola sebagai cadangan pangan nasional.
Menurut Yonas, peningkatan stok ini menjadi bukti kuat bahwa sistem penyerapan hasil panen berjalan efektif dan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan cadangan yang berlimpah, pemerintah memiliki kesiapan lebih baik dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di masyarakat.
Sementara itu, salah satu siswi peserta, Shilffa Anindya Helga, mengaku terkesan dengan banyaknya stok beras yang tersimpan di gudang. Ia menilai kunjungan tersebut membuka wawasannya tentang peran penting Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan.
“Melihat langsung stoknya yang banyak sekali membuat saya yakin kalau swasembada beras itu benar-benar ada,” katanya. (agg/agg)








