Tulungagung – Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengajak masyarakat untuk menggelorakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
Menurut Baharudin, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir maupun Tempat Pembuangan Sementara, karena bila tidak dilakukan pemilahan, maka akan terjadi penumpukan sampah.
Baharudin memimpin langsung deklarasi dan komitmen pengolahan sampah dari sumber di Kelurahan Kepatihan, tepatnya di RT 003 RW 009, Jum’at (5/6). Lokasi ini diharapkan menjadi role model bagi desa-kelurahan lain untuk meniru hal yang sama.
“Kita berharap, apa yang dilakukan masyarakat di Kepatihan ini, bisa diduplikasi di seluruh wilayah Tulungagung, sehingga tidak mengandalkan TPA saja,” tegas Baharudin.
Selain pengolahan sampah dari sumber, di lokasi ini juga sudah dibentuk bank sampah yang terkoneksi dengan layanan pajak kendaraan bermotor dari Samsat Tulungagung.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung Anang Pratistianto menyebut, dengan adanya bank sampah, masyarakat bisa menyerahkan sampah yang sudah dipilahnya di rumah, kemudian dikonversi menjadi tabungan.
Bila nilainya sudah memenuhi sesuai nominal pajak kendaraan yang harus dibayarkan, maka petugas samsat akan mendatangi bank sampah untuk transaksi pembayaran pajak.
“Di Tulungagung masih satu bank sampah yang terkoneksi dengan samsat. Ke depan, diharapkan seluruh bank sampah bisa melakukan hal yang sama,” ujar Anang.
Saat ini di Tulungagung terdapat 104 bank sampah di desa-kelurahan. Sesuai instruksi bupati terbaru, seluruh desa kelurahan bisa membentuk bank sampah.
Anang memproyeksikan, bila bank sampah sudah dibentuk di tiap wilayah, sampah yang masuk ke TPA Segawe bisa ditekan hingga 40 persen.(amr)








