Tulungagung – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir berlangganan di Kabupaten Tulungagung pada triwulan pertama tahun ini baru mencapai sekitar 21 persen. Capaian tersebut masih berada di bawah target ideal.
Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan Tulungagung, Mahendra Sulistiawan, mengatakan bahwa realisasi PAD parkir berlangganan hingga triwulan pertama mencapai sekitar Rp2,6 miliar. Angka tersebut setara dengan 21 persen dari target tahunan sebesar Rp11,9 miliar.
Menurut Mahendra, secara ideal capaian pada triwulan pertama seharusnya sudah mencapai minimal 25 persen dari target tahunan. Belum tercapainya target tersebut diperkirakan karena masih banyak pemilik kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, yang menunda pembayaran pajak tahunan.
Selain itu, pembayaran pajak kendaraan bermotor biasanya mengalami peningkatan pada bulan-bulan tertentu. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis realisasi PAD sektor parkir berlangganan dapat memenuhi target pada akhir tahun.
Mahendra juga menjelaskan bahwa pendapatan dari sektor parkir tidak sepenuhnya masuk ke kas Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Sebagian akan dibagi dengan instansi terkait, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Polres Tulungagung, dengan total pembagian sekitar 21 persen.
Ia menambahkan, parkir berlangganan hanya berlaku di lokasi parkir tepi jalan umum yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. (agg/agg)








